Home |  Berita  | Karir   |  Kontak kami  |  Download  |  English
 

BUDIDAYA SORGHUM DI BALIKPAPAN-KALIMANTAN TIMUR, INDONESIA

Arenga Pinnata Merr

Aren Di Motoling Kab Minahasa Selatan-Sulut

Menjual Bibit

  • Aren
  • Sorghum
  • Nipah
  • Jarak

Lokasi Pembibitan

 Jl. Soekarno Hatta Km.19  Balikpapan - Kaltim

Blue Agro Indonesia

Data Pengunjung
Jl. Soekarno Hatta KM. 15
Balikpapan - Kaltim
Telp. +62-542-877060
Fax. +62-542-877059
 Email: Info@blue.co.id
 Email: Sales@blue.co.id
 
TENTANG TANAMAN SORGHUM

Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Keunggulan sorgum terletak pada daya adaptasi agroekologi yang luas, tahan terhadap kekeringan, produksi tinggi, perlu input lebih sedikit serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibading tanaman pangan lain. Selain itu, tanaman sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat baik digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif. Tanaman sorgum telah lama dan banyak dikenal oleh petani Indonesia khususnya di daerah Jawa, NTB dan NTT. Di Jawa sorgum dikenal dengan nama Cantel, dan biasanya petani menanamnya secara tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya. Produksi sorgum Indonesia masih sangat rendah, bahkan secara umum produk sorgum belum tersedia di pasar-pasar.

 

KEGUNAAN TANAMAN SORGHUM

Di banyak negara biji sorgum digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan dunia, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, padi, jagung dan barley (ICRISAT/FAO, 1996). Di negara maju biji sorgum digunakan sebagai pakan ternak unggas sedang batang dan daunnya untuk ternak ruminansia. Biji sorgum juga merupakan bahan baku industri seperti industri etanol, bir, wine, sirup, lem, cat dan modifikasi pati (modified starch). Terkait dengan energi, di beberapa negara seperti Amerika, India dan Cina, sorgum telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar etanol (bioetanol). Secara tradisional, bioetanol telah lebih lama diproduksi dari molases hasil limbah pengolahan gula tebu (sugarcane). Walaupun harga molases tebu relatif lebih murah, namun bioetanol sorgum dapat berkompetisi mengingat beberapa kelebihan tanaman sorgum dibanding tebu antara lain sebagai berikut:

  • Tanaman sorgum memiliki produksi biji dan biomass yang jauh lebih tinggi dibanding tanaman tebu.
  • Adaptasi tanaman sorgum jauh lebih luas dibanding tebu sehingga sorgum dapat ditanam di hampir semua jenis lahan, baik lahan subur maupun lahan marjinal.
  • Tanaman sorgum memilki sifat lebih tahan terhadap kekeringan, salinitas tinggi dan genangan air (water lodging).
  • Sorghum memerlukan pupuk relatif lebih sedikit dan pemeliharaannya lebih mudah daripada tanaman tebu.
  • Laju pertumbuhan tanaman sorgum jauh lebih cepat daripada tebu.
  • Menanam sorgum lebih mudah, kebutuhan benih hanya 4,5–5 kg/ha dibanding tebu yang memerlukan 4500–6000 stek batang.
  • Umur panen sorgum lebih cepat yaitu hanya 3,5 bulan, dibanding tebu yang dipanen pada umur 7 bulan.
  • Sorgum dapat diratun sehingga untuk sekali tanam dapat dipanen beberapa kali.

Untuk sekali siklus panen, produksi bioetanol sorgum di Amerika Serikat mencapai 10.000 liter/ha/tahun, di India 3.000 – 4.000 liter/ha/tahun, dan di Cina mencapai 7000 liter/ha/tahun. Di Cina sorgum banyak dibudidayakan dan dikembangkan dalam kaitan pemingkatan produktivitas lahan-lahan marjinal yang sering terkena wabah kekeringan dan salinitas tinggi. Di India bioetanol sorgum digunakan sebagai bahan bakar untuk lampu penerangan (pressurized ethanol lantern) disebut “Noorie” yang menghasilkan 1.250-1.300 lumens (setara bola lampu 100 W), kompor pemasak (pressurized ethanol stove) yang menghasilkan kapasitas panas 3 kW. Selain itu, pemerintah India telah mengeluarkan kebijakan mencampur bioetanol sorgum dengan bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor.

Nutrisi Sorgum

Sebagai bahan pangan dan pakan ternak alternatif sorgum memiliki kandungan nutrisi yang baik, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi daripada beras. Kandungan nutrisi sorgum dibanding sumber pangan/pakan lain disajikan dalam Tabel berikut:  

Unsur Nutrisi

Kandungan/100 g

Beras

Jagung

Singkong

Sorgum

Kedele

Kalori (cal)

360

361

146

332

286

Protein (g)

6.8

8.7

1.2

11.0

30.2

Lemak (g)

0.7

4.5

0.3

3.3

15.6

Karbohidrt (g)

78.9

72.4

34.7

73.0

30.1

Kalsium (mg)

6.0

9.0

33.0

28.0

196.0

Besi (mg)

0.8

4.6

0.7

4.4

6.9

Posfor (mg)

140

380

40

287

506

Vit. B1 (mg)

0.12

0.27

0.06

0.38

0.93

Sumber: Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI (1992).



 

 

PERBANYAKAN BIBIT DI KAWASAN KALIMANTAN TIMUR

Space Iklan

PT. Blue Indonesia telah membudidayakan Sorghum di Balikpapan- Kalimantan timur dan perbanyakan bibit terdiri dari 15 varietas terletak di Jalan Soekarno Hatta-Balikpapan.

Bibit-bibit Sorghum akan disebar kemasyarakat untuk ditanam dengan pola Inti Plasma yang nantinya hasil panen akan dijamin pembeliannya oleh PT. Blue Indonesia (Humas: PT. Blue Indonesia)

 
 

Space Iklan

 
 
   
 
Copyrights @ 2005-2007 PT. Banyu Lancar Unggul Engineering| Administrator.